IMG-20241217-WA0043

BULUNGAN, seruyuk.id – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2025 (Nataru), Pemerintah Kabupaten Bulungan melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menggelar High Level Meeting (HLM) untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Bulungan, Syarwani S.Pd., M.Si., di Ruang Tenguyun, Kantor Bupati Bulungan, pada Selasa (17/12/2024).

Rapat ini bertujuan untuk merumuskan langkah strategis dalam mengantisipasi potensi kenaikan harga dan kelangkaan sembilan bahan pokok (sembako), khususnya di Bumi Tenguyun—sebutan lain untuk Kabupaten Bulungan.

“HLM ini adalah upaya kita atau ikhtiar kita dalam rangka menjaga kestabilan harga dan ketersediaan kebutuhan pokok, utamanya dalam menyambut Natal dan Tahun Baru 2025 yang akan datang,” ujar Bupati Syarwani.

Bupati menjelaskan bahwa tidak semua kebutuhan sembako diproduksi di Bulungan. Beberapa komoditas harus didatangkan dari luar daerah, sehingga rantai pasok dan distribusinya harus benar-benar dijaga agar tidak mengalami kendala.

“Sehingga ketersediaannya tidak terganggu, apalagi beberapa pekan ini curah hujan cukup tinggi yang mungkin berpotensi menghambat distribusi baik dari luar daerah maupun ke 10 kecamatan yang ada,” jelasnya.

Dalam rapat ini, TPID Kabupaten Bulungan diharapkan dapat menemukan langkah-langkah taktis untuk mengantisipasi hambatan distribusi sembako dari luar daerah agar kebutuhan pokok tetap terpenuhi.

Bupati Syarwani juga menyoroti mekanisme pasar terkait lonjakan harga akibat kurangnya pasokan. Ia berharap ada peran aktif TNI-Polri dalam pengawasan, khususnya terhadap alur distribusi sembako di wilayah Bulungan.

“Sehingga dapat berjalan dengan lancar sehingga ketersediaan sembako tetap terjaga dan harga tetap stabil. Untuk itu diharapkan sinergi dan koordinasi kita semua yang tergabung dalam TPID ini,” pungkasnya.

Rapat ini menegaskan komitmen Pemkab Bulungan dalam memastikan kebutuhan masyarakat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru dapat terpenuhi, meskipun dihadapkan dengan tantangan kondisi cuaca yang kurang mendukung.