TANJUNG SELOR – Pemerintah Indonesia melalui Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) terus mempercepat rehabilitasi mangrove di 9 provinsi, termasuk Kalimantan Utara, sebagaimana diamanatkan dalam Perpres Nomor 120 Tahun 2020. Hingga tahun 2024, BRGM menargetkan rehabilitasi mangrove seluas 600 ribu hektare di seluruh Indonesia.
Di Kalimantan Utara, upaya rehabilitasi mangrove menghadapi tantangan alih fungsi habitat mangrove menjadi areal tambak. Untuk itu, BRGM mengadopsi pola silvofishery, yaitu pendekatan yang menggabungkan usaha perikanan dengan pemulihan lingkungan melalui penanaman mangrove di tambak. Pola ini diharapkan dapat memulihkan tutupan lahan tanpa mengurangi produktivitas tambak masyarakat, sekaligus mendukung adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.
Pada Maret 2024, BRGM bersama Bank Dunia meluncurkan program Mangrove for Coastal Resilience (M4CR) yang menargetkan rehabilitasi mangrove seluas 75 ribu hektare di empat provinsi, termasuk Kalimantan Utara. Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Manager M4CR BRGM Kalimantan Utara, Akhmad Ashar Sarif, menjelaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis untuk mempercepat rehabilitasi mangrove di wilayah tersebut.
“Target rehabilitasi mangrove melalui program M4CR di Kalimantan Utara adalah 31.380 hektare, dengan rincian 3.902 hektare di dalam kawasan hutan dan 27.478 hektare di luar kawasan hutan. Selain penanaman, kegiatan seperti sekolah lapang, pelatihan ekonomi, dan hibah usaha masyarakat juga akan dilakukan di 35 desa hingga tahun 2027,” ungkap Sarif.
Sejumlah langkah telah dilakukan untuk mendukung keberhasilan program M4CR, seperti:
* Sosialisasi dan penetapan lokasi indikatif rehabilitasi mangrove.
* Identifikasi dan inventarisasi biofisik dan sosial ekonomi wilayah.
* Penyusunan rancangan kegiatan, sosialisasi tingkat tapak, dan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS).
* Implementasi kegiatan di 3 kabupaten, yaitu Bulungan, Tana Tidung, dan Nunukan, mencakup 7 kecamatan dan 12 desa.
Selain penanaman mangrove, program ini juga memberikan dukungan kepada masyarakat melalui hibah usaha produktif. Di Sumatera Utara, misalnya, program M4CR telah merehabilitasi mangrove seluas 6.747 hektare dengan melibatkan 48 kelompok masyarakat. Sementara itu, 9 kelompok masyarakat telah menerima hibah usaha produktif melalui skema matching grants.
BRGM optimistis bahwa rehabilitasi mangrove akan terus berlanjut secara berkelanjutan. Selain memulihkan ekosistem mangrove, program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui usaha perikanan yang berkelanjutan. Dengan komitmen semua pihak, Kalimantan Utara dapat menjadi contoh sukses dalam upaya pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.