TANJUNG SELOR – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Utara melaporkan bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) di provinsi ini pada Desember 2024 mencapai 114,82. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 0,36 persen dibandingkan dengan NTP bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 114,41. Peningkatan ini mencerminkan penguatan daya beli petani seiring dengan pertumbuhan harga hasil pertanian yang lebih tinggi dibandingkan kenaikan harga barang dan jasa yang dibutuhkan.
Sektor perkebunan rakyat menjadi pendorong utama dengan kenaikan NTP sebesar 3,07 persen, sementara sektor hortikultura juga mencatat pertumbuhan sebesar 0,26 persen. Namun, beberapa sektor lainnya, seperti tanaman pangan, peternakan, dan perikanan, mengalami penurunan dengan masing-masing sebesar -0,49 persen, -1,24 persen, dan -0,46 persen.
Di sisi lain, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Kalimantan Utara turut naik sebesar 0,67 persen menjadi 118,58. Kenaikan ini didorong oleh pertumbuhan indeks harga yang diterima petani sebesar 0,75 persen.
Seluruh provinsi di Pulau Kalimantan mengalami peningkatan NTP, dengan Kalimantan Barat mencatat kenaikan tertinggi sebesar 2,36 persen. Hal ini menunjukkan perbaikan daya beli petani di wilayah ini.
Peningkatan NTP Kalimantan Utara sebesar 0,36 persen menunjukkan adanya perbaikan daya beli petani, terutama di subsektor perkebunan rakyat. Namun, subsektor lainnya seperti peternakan dan perikanan mengalami tantangan dengan penurunan NTP.
Subsektor tanaman perkebunan rakyat menjadi pilar utama peningkatan NTP dengan kenaikan signifikan sebesar 3,07 persen. Ini menunjukkan kinerja baik komoditas perkebunan di wilayah ini.
IKRT naik sebesar 0,46 persen pada Desember 2024, dengan peningkatan tertinggi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau (0,69 persen). Hal ini menunjukkan pengaruh harga komoditas konsumsi terhadap daya beli masyarakat.
Subsektor peternakan mengalami penurunan NTP sebesar -1,24 persen, terutama karena penurunan harga hasil ternak kecil (-0,33 persen) dan unggas (-1,29 persen). Kondisi ini dapat mengindikasikan adanya tekanan pasar atau biaya produksi yang tinggi.
Dibandingkan provinsi lain di Kalimantan, peningkatan NTP Kalimantan Utara relatif kecil. Namun, kenaikan ini tetap penting untuk menjaga stabilitas ekonomi petani di wilayah tersebut.
Secara keseluruhan, data menunjukkan perbaikan ekonomi petani secara umum, meskipun tantangan di subsektor tertentu masih perlu diatasi untuk mendorong pertumbuhan lebih inklusif.