Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) saat ini sedang melakukan kajian nilai investasi olahan rumput laut di Kaltara. Yang menarik nilai investasinya cukup fantastis yaitu sekitar Rp 40 miliar.
Penata Kelola Ahli Muda Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara, Rahman Putrayani menyebutkan saat ini sudah ada investor yang tertarik untuk investasi dalam sector ini. Dijelaskan dalam kajian yang dilakukan oleh investor nilai potensi investasi olahan rumput laut di Kaltara sekitar USD 3 juta per satu industry olahan. Sementara yang disusun oleh Pemprov Kaltara berdasarkan Investment Project Ready to Offer (IPRO) nilai investasinya menjadi Rp 40 miiliar.
“Nilai ini untuk investasi pada sector hilirisasinya. Akan tetapi sejauh ini belum dapat dipastikan investasi ini akan difokuskan dalam bentuk Semi Refined Carrageenan (SRC) Alkali Treated Cottonii (ATC), produk setengah jadi yang digunakan pada pengolahan keragian atau dalam bentuk lainnya,”kata Rahman sebagaimana di lansir dalam laman, diskominfo.kaltaraprov.go.id (14,mei 2024).
Lebih lanjut, dalam sektor hilirasasi olahan rumput laut di Kaltara ternyata memiliki tantangan, salah satunya persalahan lingkungan terutama masalah air bersih. Sebabnya di Tarakan dan Nunukan yang merupakan basis penghasil rumput laut tidak memiliki sumber air yang cukup untk industri. Rahman juga menyebutkan ada opsi yang disiapkan untuk mengantisipasi hal tersebut yaitu membangun industri di wilayah Bulungan atau Tana Tidung yang memiliki sumber air cukup namun biaya akomodasi dan transportasi juga harus dipertimbangkan. (*)