GP Ansor Kaltara, Apresiasi Inovasi Pelaksaan Haji 2024

seruyuk.id
2 Min Read

SERUYUK. ID.

Penyelenggaraan ibadah haji tahun ini dinilai jauh lebih baik jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini tidak terlepas dari berbagai pembaruan yang diterapkan oleh kementerian Agama RI, salah satunya adalah skema murur untuk jemaah lansia dan pada jemaah yang berisiko tinggi.

Keberhasilan skema ini terbukti dengan lancarnya mobilitas jamaah dari Arafah ke Muzdalifah lalu ke Mina, tanpa kejadian penuh sesak seperti yang dikhawatirkan sebelumnya. Bahkan, jemaah mengaku sangat puas dengan layanan di Muzdalifah. Skema murur ini dirancang untuk memberikan kenyamanan dan keselamatan ekstra bagi jamaah yang membutuhkan perhatian lebih. Dengan adanya skema ini, jemaah dapat menjalani rangkaian ibadah dengan lebih lancar dan tanpa kendala berarti.

Data Kementerian Agama Republik Indonesia menyebutkan, area yang disediakan untuk jemaah haji Indonesia adalah seluas 82.350 m2. Pada tahun 2023, area ini ditempati oleh sekitar 183.000 jemaah Indonesia yang terbagi dalam 61 maktab. Sementara itu, sekitar 27.000 jemaah (9 maktab) menempati area Mina Jadid. Akibatnya, setiap jemaah hanya mendapatkan ruang sekitar 0,45 m2 di Muzdalifah.

Pada tahun 2024, Mina Jadid tidak lagi digunakan oleh jemaah haji Indonesia. Sehingga, seluruh jemaah yang berjumlah 213.320 beserta 2.747 petugas haji akan menempati seluruh area Muzdalifah. Namun, ada pembangunan ruang sanitasi yang memakan space sebesar 20.000 m2 di Muzdalifah, sehingga ruang yang tersedia per jemaah hanya 0,29 m2.

Praktis, skema murur menjadi solusi yang menggembirakan di tengah terbatasnya ruang di Muzdalifah yang semakin sempit dan berpotensi menyebabkan kepadatan yang luar biasa, dan apabila dibiarkan akan membahayakan jemaah. Skema murur sendiri juga merupakan sebuah upaya untuk menjaga keselamatan jamaah haji dari potensi kepadatan di area Muzdalifah yang terbatas. Dengan skema ini, jemaah hanya melintasi Muzdalifah dan langsung

“Skema murur ini, merupakan langkah solutif bagi jamaah lansia, disabilitas dan usia rentan bagi jamaah haji. Murur ini sebagai upaya untuk menjaga keselamatan jamaah haji saat melaksanakan ibadah haji di Muzdalifah,”kata Ketua GP Ansor Kalimantan Utara, Wawan Eko Widiyanto. (*)

Share This Article