BULUNGAN, seruyuk.id – Sejak tahun 2022, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kalimantan Utara, yang dipimpin oleh Ilham Zain, memperkenalkan tagline #diperpustakaanaja. Tagline ini mencerminkan semangat dan filosofi mendalam yang mengacu pada Undang-Undang No. 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan. Hal ini menekankan peran perpustakaan sebagai pusat literasi, informasi, dan pengembangan budaya masyarakat.
Dalam wawancara terbaru, Ilham Zain menjelaskan bahwa tagline ini tidak hanya sebuah ajakan, tetapi juga komitmen pemerintah dalam membangun ekosistem literasi yang kuat di Kalimantan Utara. “Melalui #diperpustakaanaja, kami ingin menghidupkan kembali budaya membaca dan menjadikan perpustakaan sebagai tempat belajar sepanjang hayat. Ini adalah bagian dari upaya kami mendukung pembangunan sumber daya manusia di wilayah ini,” ujar Ilham.
Tagline ini juga menjadi simbol transformasi digital yang dilakukan oleh DPK Kalimantan Utara. Ilham Zain menyebutkan bahwa pihaknya telah mengembangkan berbagai inovasi layanan perpustakaan berbasis teknologi untuk menjangkau masyarakat lebih luas. Salah satunya adalah menyediakan akses ke buku digital, pelatihan daring, dan arsip digital untuk kebutuhan pendidikan maupun riset.
Dengan filosofi yang mendalam, Ilham Zain berharap masyarakat Kalimantan Utara semakin memanfaatkan fasilitas perpustakaan, tidak hanya untuk membaca tetapi juga sebagai pusat kreativitas dan pengembangan ilmu pengetahuan. “Kami ingin perpustakaan menjadi tempat di mana mimpi masyarakat lahir dan berkembang,” tambahnya.
Komitmen ini mendapatkan sambutan positif dari berbagai pihak, termasuk komunitas literasi dan institusi pendidikan di wilayah tersebut. DPK Kalimantan Utara terus mendorong kolaborasi untuk meningkatkan minat baca dan literasi masyarakat melalui program-program inovatif.