seruyuk.id – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kalimantan Utara mengirimkan sebelas pengelola perpustakaan desa untuk mengikuti kegiatan tingkat nasional yang diselenggarakan di Bali. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan para pengelola perpustakaan desa dalam rangka mendukung program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, yang diusung oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan Umum dan Khusus Perpusnas, Nani Suryani, dalam sambutannya menyatakan pentingnya peningkatan kapasitas para pengelola perpustakaan desa untuk keberlanjutan program transformasi perpustakaan di Indonesia. “Kegiatan hari ini adalah untuk mewujudkan pembangunan literasi dan kegemaran membaca dalam rangka menjawab permasalahan literasi di Indonesia,” ungkap Nani Suryani.
Para peserta dari Kaltara akan mengikuti berbagai sesi pelatihan dan diskusi yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola perpustakaan desa. Pelatihan ini juga bertujuan untuk menjadikan perpustakaan desa sebagai pusat literasi yang inklusif dan berdaya guna bagi masyarakat, sehingga dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan minat baca di daerah pedesaan.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kaltara berharap para pengelola perpustakaan desa yang mengikuti kegiatan ini dapat membawa ilmu dan pengalaman yang berguna bagi kemajuan literasi di desa masing-masing. “Kami harap, setelah kegiatan ini, mereka dapat menerapkan dan menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh untuk membangun perpustakaan desa yang lebih berdaya guna,” ujarnya.
Dengan adanya dukungan ini, DPK Kaltara berkomitmen untuk terus memperkuat peran perpustakaan desa dalam meningkatkan literasi masyarakat dan memberikan akses pengetahuan yang lebih luas di wilayah Kalimantan Utara.