DPK Kaltara Dukung Revitalisasi Perpustakaan untuk Percepatan Pengurangan Kemiskinan

seruyuk.id
2 Min Read

seruyuk.id – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kalimantan Utara menegaskan pentingnya peran perpustakaan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan. Kepala DPK Kaltara, Ilham Zain, bersama Kepala Bidang Perpustakaan dan Kearsipan, Suwarsono, menyatakan bahwa perpustakaan berfungsi sebagai wahana belajar sepanjang hayat untuk mengembangkan potensi masyarakat.

Ilham Zain menjelaskan bahwa program revitalisasi perpustakaan melalui transformasi berbasis inklusi sosial yang diinisiasi oleh Perpustakaan Nasional mendukung program prioritas nasional, khususnya dalam percepatan pengurangan kemiskinan. “Revitalisasi pelayanan perpustakaan berbasis inklusi sosial merupakan suatu pendekatan yang berkomitmen meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat pengguna perpustakaan,” kata Ilham.

Menurut Suwarsono, pendekatan berbasis inklusi sosial mengedepankan peran perpustakaan sebagai pusat pembelajaran, informasi, dan pemberdayaan masyarakat. Program ini mengintegrasikan layanan perpustakaan dengan berbagai pelatihan keterampilan dan akses informasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, seperti pelatihan kewirausahaan, literasi digital, hingga pendampingan usaha mikro.

“Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca buku, tetapi juga menjadi tempat belajar berbagai keterampilan praktis yang langsung bisa diterapkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Suwarsono.

Ilham Zain menambahkan bahwa literasi tidak hanya sekadar kemampuan membaca, tetapi juga pemanfaatan informasi untuk menghasilkan perubahan yang nyata dalam kehidupan. “Penguatan literasi melalui perpustakaan dapat menjadi kunci untuk memberdayakan masyarakat miskin agar lebih mandiri secara ekonomi,” tegasnya.

Ia juga menyebut bahwa perpustakaan berbasis inklusi sosial memiliki dampak positif yang sudah dirasakan di beberapa wilayah di Indonesia. “Kami di Kaltara ingin mereplikasi keberhasilan tersebut dengan memanfaatkan perpustakaan sebagai pusat kegiatan literasi untuk kesejahteraan,” tambah Ilham.

Share This Article