Inflasi di Kalimantan Utara: Nunukan Tertinggi, Tanjung Selor Terendah

seruyuk.id
1 Min Read

seruyuk.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara melaporkan tingkat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) Provinsi Kalimantan Utara pada November 2024 mencapai 1,68%. Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat sebesar 105,26. Rilis data statistik resmi, (02/12/2024).

Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Nunukan, mencapai 2,43% dengan IHK sebesar 106,87. Sementara itu, inflasi terendah tercatat di Tanjung Selor sebesar 0,36% dengan IHK 104,55. Kota Tarakan berada di tengah dengan tingkat inflasi 1,65%.

Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang terbesar inflasi dengan kenaikan 6,05% secara tahunan. Komoditas emas perhiasan mendominasi andil inflasi sebesar 0,35%. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menyumbang 0,84%, didorong oleh kenaikan harga ikan layang, bawang merah, dan beras.

Di sisi lain, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami deflasi sebesar -0,38%, dipengaruhi penurunan harga bahan bakar rumah tangga dan semen.

Secara bulanan, Kalimantan Utara justru mengalami deflasi sebesar -0,12% dibandingkan Oktober 2024. Penurunan harga ikan bandeng, daging ayam ras, dan telur ayam menjadi faktor utama deflasi.

Dengan tren ini, BPS Kalimantan Utara terus memantau perkembangan harga, khususnya komoditas strategis yang memengaruhi daya beli masyarakat di wilayah tersebut.

Share This Article