Literasi untuk Hadapi Tantangan Akses dan Teknologi

seruyuk.id
2 Min Read

BULUNGAN, seruyuk.id – Dalam upaya meningkatkan budaya literasi di Kalimantan Utara, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Utara. Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan, Suwarsono, pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menghadapi tantangan literasi yang masih dihadapi masyarakat, seperti minimnya akses bahan bacaan, keterbatasan infrastruktur perpustakaan, dan pemanfaatan teknologi digital.

“Forum ini kami selenggarakan untuk menjadi ruang diskusi interaktif dalam mencari solusi inovatif terhadap tantangan-tantangan literasi yang ada. Dengan dialog yang melibatkan berbagai pihak, kami berharap dapat merumuskan kebijakan strategis dan operasional yang lebih terarah, sehingga literasi benar-benar menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” kata Suwarsono.

Isu utama yang diangkat meliputi pengadaan koleksi buku yang relevan, pengembangan perpustakaan berbasis digital, serta optimalisasi peran perpustakaan desa dan taman bacaan masyarakat.

Suwarsono menambahkan bahwa pengembangan literasi tidak hanya bergantung pada fasilitas perpustakaan, tetapi juga pada bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk menjangkau masyarakat yang berada di daerah terpencil. “Teknologi digital harus menjadi jembatan, bukan penghalang. Kami akan terus berupaya memastikan perpustakaan digital dapat diakses secara merata,” ujarnya.

Hasil dari forum ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan dalam perumusan kebijakan literasi di tingkat provinsi. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltara juga berkomitmen untuk menjadikan forum serupa sebagai agenda rutin, guna memastikan perkembangan literasi di Kalimantan Utara berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat.

Dengan langkah ini, Suwarsono berharap Kalimantan Utara dapat menjadi salah satu provinsi yang unggul dalam membangun budaya literasi sebagai pondasi pembangunan yang berkelanjutan.

TAGGED:
Share This Article