Mentransformasi Perpustakaan Menjadi Pusat Kegiatan Masyarakat

seruyuk.id
3 Min Read

BULUNGAN, seruyuk.id – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kalimantan Utara kembali melaksanakan kegiatan sosialisasi program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS). Kegiatan ini diikuti oleh 60 peserta yang terdiri atas perwakilan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan se-Kalimantan Utara, pengelola perpustakaan desa/kelurahan, serta taman bacaan masyarakat dari wilayah Kabupaten Bulungan.

Acara ini menghadirkan narasumber utama, Vickyko Romana Putra, seorang Master Trainer TPBIS yang telah diakui oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Selain itu, Vickyko juga dikenal sebagai Duta Baca Kalimantan Utara, yang selama ini aktif mempromosikan literasi dan pengembangan perpustakaan berbasis masyarakat.

Dalam sesi pembukaannya, Vickyko menjelaskan bahwa program TPBIS bertujuan untuk mentransformasi perpustakaan menjadi pusat kegiatan masyarakat yang inklusif dan mampu berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup.

“TPBIS bukan hanya tentang menyediakan akses buku, tetapi juga menjadikan perpustakaan sebagai ruang untuk pelatihan keterampilan, pengembangan ekonomi, hingga pusat informasi yang relevan bagi kebutuhan masyarakat,” ujar Vickyko.

Peserta sosialisasi menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan. Mereka mendapatkan pengetahuan tentang konsep TPBIS, strategi implementasi, hingga berbagi praktik terbaik dalam mengelola perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Menurut salah satu peserta dari Perpustakaan Desa Gunung Putih, program ini memberikan pandangan baru tentang bagaimana perpustakaan dapat lebih relevan dan berdampak bagi masyarakat desa.

“Ini membuka wawasan kami tentang potensi perpustakaan sebagai ruang pemberdayaan masyarakat. Kami berharap TPBIS bisa diterapkan dengan maksimal di desa kami,” ujar peserta tersebut.

Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca DPK Kalimantan Utara, Suwarsana, menegaskan pentingnya sosialisasi TPBIS sebagai upaya meningkatkan peran perpustakaan di daerah.

“Kami berharap program TPBIS dapat menjadi langkah strategis dalam menjadikan perpustakaan sebagai pusat perubahan di masyarakat. Dengan kolaborasi antara perpustakaan daerah, perpustakaan desa, dan taman bacaan, kami optimis tujuan ini bisa tercapai,” ungkap Suwarsana.

Sosialisasi ini diharapkan menjadi titik awal untuk implementasi program TPBIS secara luas di seluruh wilayah Kalimantan Utara. Dengan sinergi antara pengelola perpustakaan dan dukungan masyarakat, perpustakaan dapat menjadi agen perubahan yang signifikan dalam membangun masyarakat yang cerdas dan mandiri.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif yang membahas tantangan dan peluang dalam penerapan TPBIS di daerah masing-masing, sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk memajukan literasi di Kalimantan Utara.

TAGGED:
Share This Article