Perpustakaan Harus Aktif Menyapa Masyarakat

seruyuk.id
2 Min Read

BULUNGAN, seruyuk.id – Perpustakaan kini tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat menunggu pengunjung, melainkan harus hadir langsung di tengah masyarakat. Pernyataan ini disampaikan oleh Pustakawan Ahli Utama sekaligus mantan Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Muhammad Syarif Bando, dalam kegiatan Stakeholder Meeting (SHM) tingkat Provinsi Kalimantan Utara untuk program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) yang digelar di Hotel Luminor.

Dalam paparannya, Muhammad Syarif Bando menekankan pentingnya perubahan paradigma pengelolaan perpustakaan. Ia menyebutkan bahwa perpustakaan harus lebih proaktif mendekati masyarakat dengan menghadirkan berbagai program berbasis inklusi sosial.

“Melalui program inklusi sosial, kami menargetkan mencerdaskan anak bangsa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sekolah tidak hanya dilakukan melalui ruang kelas yang terbatas bagi sebagian orang, tetapi aktivitas belajar juga bisa dilakukan di perpustakaan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa perpustakaan perlu menjadi ruang belajar yang inklusif dan ramah bagi semua kalangan. Dengan konsep transformasi berbasis inklusi sosial, perpustakaan dapat menjadi pusat kegiatan yang tidak hanya menyediakan buku, tetapi juga pelatihan keterampilan, diskusi publik, hingga pengembangan ekonomi masyarakat.

Muhammad Syarif Bando juga menyoroti peran pustakawan yang kini harus lebih inovatif dalam menjalankan tugasnya. Menurutnya, pustakawan bukan hanya penjaga buku, tetapi fasilitator pengetahuan dan agen perubahan sosial.

Kegiatan SHM ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan pemerintah daerah, komunitas literasi, serta pelaku pendidikan dan sosial di Kalimantan Utara. Melalui forum ini, diharapkan ada sinergi untuk memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat pemberdayaan masyarakat.

Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) merupakan salah satu program unggulan Perpusnas RI yang bertujuan untuk menjadikan perpustakaan sebagai ruang yang relevan, dinamis, dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Program ini telah memberikan dampak positif di berbagai daerah, termasuk Kalimantan Utara, dengan berbagai inovasi yang mendukung pengembangan kapasitas masyarakat lokal.

“Dengan hadirnya perpustakaan di tengah masyarakat, diharapkan tidak ada lagi hambatan bagi siapa pun untuk mengakses ilmu pengetahuan. Perubahan mindset ini adalah langkah penting menuju bangsa yang lebih maju,” tutup Muhammad Syarif Bando.

TAGGED:
Share This Article