BULUNGAN, seruyuk.id – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kalimantan Utara menggelar kegiatan sosialisasi program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS). Acara ini berlangsung untuk memperkenalkan konsep TPBIS sebagai langkah strategis dalam meningkatkan peran perpustakaan di tengah masyarakat.
Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca DPK Kalimantan Utara, Suwarsono, menyampaikan bahwa perpustakaan harus menjadi lebih dari sekadar tempat membaca buku.
“Melalui program TPBIS, perpustakaan diharapkan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga pusat kegiatan yang mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ungkap Suwarsono dalam sosialisasi yang diselenggarakan Senin (2/12/2024).
Sosialisasi ini mencakup beberapa poin penting, di antaranya Menjelaskan arah kebijakan yang akan diambil untuk mendukung transformasi perpustakaan. Mengenalkan konsep perpustakaan inklusif yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Membahas langkah-langkah konkret untuk mewujudkan perpustakaan yang mampu memberikan dampak langsung pada masyarakat.
Menurut Suwarsono, TPBIS bertujuan menjadikan perpustakaan sebagai ruang inklusif di mana masyarakat bisa mengakses pengetahuan, teknologi, dan keterampilan untuk meningkatkan taraf hidup mereka.
“Perpustakaan akan didorong untuk lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Misalnya, dengan mengadakan pelatihan keterampilan, program literasi digital, hingga menyediakan akses informasi yang relevan dengan kebutuhan lokal,” tambah Suwarsono.
Melalui sosialisasi ini, DPK Kalimantan Utara berharap perpustakaan dapat bertransformasi menjadi pusat kegiatan masyarakat yang relevan dan berdampak luas.
“Kami berharap program ini dapat diimplementasikan secara efektif sehingga perpustakaan dapat menjadi mitra strategis dalam pembangunan masyarakat, baik di bidang pendidikan, ekonomi, maupun sosial,” ujar Suwarsono.
Sebagai tindak lanjut, DPK Kalimantan Utara akan terus melakukan pendampingan kepada perpustakaan daerah untuk mengimplementasikan TPBIS, termasuk memberikan pelatihan kepada pengelola perpustakaan.
Dengan program TPBIS, perpustakaan di Kalimantan Utara diharapkan mampu memainkan peran lebih signifikan dalam membangun masyarakat yang cerdas, inklusif, dan mandiri.