TANJUNG SELOR – Implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di sektor pertambangan kembali menjadi sorotan tajam. DPRD Kabupaten Bulungan mendesak seluruh perusahaan di wilayah tersebut untuk lebih disiplin dan teliti dalam menegakkan standar keselamatan bagi para pekerjanya.

Teguran keras ini muncul setelah Wakil Ketua DPRD Bulungan, Dwi Sugiarto, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi tambang batu bara milik PT BSS di Desa Tengkapak, Kecamatan Tanjung Selor.

Temuan Minim Standar Keselamatan

Dalam tinjauannya, Dwi menyayangkan kondisi di lapangan yang dinilai abai terhadap prosedur keselamatan dasar, baik bagi pekerja maupun tamu yang datang.

“Kalau kita lihat di PT BSS ini sendiri penerapan K3nya masih sangat minim. Jauh dari apa yang diharapkan, bahkan tamu yang masuk ke area tambang tidak diberikan tanda pengamanan berupa masker, topi dan standar keselamatan lain sesuai prosedur,” jelas Dwi Sugiarto.

Ia menekankan bahwa ketertiban soal K3 bersifat krusial karena menyangkut nyawa dan kesehatan manusia. Dwi juga menyoroti banyaknya karyawan yang bekerja tanpa alat pelindung diri (APD) lengkap, seperti masker dan helm pengaman.

“Standar keselamatan kerjanya sangat kurang, contohnya kita masuk ini aja tidak diperhatikan sama sekali gitu kan. Tidak diberikan masker penutup mulut dan hidung, padahal area tambang ini penuh debu yang membahayakan soal kesehatan pekerjanya,” tegasnya.

Dwi menyarankan agar pihak manajemen segera berbenah sebelum terjadi kecelakaan kerja atau masalah kesehatan serius di kemudian hari.

Respons Pihak Perusahaan

Menanggapi temuan tersebut, Kepala Teknik Tambang (KTT) PT BSS, Wiro Susanto, menyatakan komitmennya untuk melakukan perbaikan sesuai catatan dari DPRD Bulungan. Namun, ia juga memberikan penjelasan mengenai kondisi saat sidak berlangsung.

“Kalau soal kunjungan DPRD ini karena sifatnya mendadak. Dan itu rame-rame, karena kalau bersurat kita akan priver karena selama ini kita ada tamu penting yang mau datang ke lapangan pasti bersurat dulu dan jumlah orang kita akan priver,” bebernya.

Terkait adanya pekerja yang membandel dengan tidak menggunakan helm meski fasilitas telah tersedia, Wiro menegaskan bahwa perusahaan tidak tinggal diam.

“Kita akan menegur dan selama ini sudah kita lakukan bahkan sanksi tegasnya berupa SP,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *