BULUNGAN, seruyuk.id – Dalam agenda resesnya di Kecamatan Tanjung Palas Timur, Anggota DPRD Bulungan, Andhika Masharafi, menerima berbagai aspirasi dari masyarakat yang berasal dari Desa Tanah Kuning, Binai, dan Sajau Hilir. Salah satu kebutuhan yang paling mendesak menurut warga dari ketiga desa tersebut adalah pemenuhan kebutuhan air bersih dan peningkatan kualitas infrastruktur, terutama jalan.
Warga mengungkapkan bahwa akses jalan yang menghubungkan Tanjung Selor dengan ketiga desa tersebut sangat mempengaruhi distribusi barang dan kelancaran perekonomian. Andhika mengungkapkan bahwa kondisi jalan yang ada saat ini memang sangat memprihatinkan dan perlu segera ditingkatkan. “Jalan yang ada, baik yang menghubungkan antar desa maupun yang berada di dalam desa, sangat mendesak untuk diperbaiki, mengingat ini juga berdampak pada distribusi barang dan perekonomian masyarakat,” kata Andhika,
Selain peningkatan kualitas jalan, warga Desa Tanah Kuning juga mengusulkan penerangan jalan umum (PJU) yang masih kurang. “Saat ini, baru Desa Tanah Kuning yang memiliki penerangan jalan umum yang cukup, namun itu hanya di jalan utama. Sementara di bagian dalam perkampungan masih gelap. Harapannya, penerangan jalan bisa segera ditambah,” lanjut Andhika.
Selain itu, ada beberapa pemukiman yang belum mendapatkan akses aliran listrik, yang menjadi perhatian serius dari masyarakat. “Beberapa pemukiman masih belum terjangkau listrik, dan ini tentu menghambat aktivitas warga, terutama pada malam hari,” katanya.
Andhika juga menyoroti adanya konflik agraria antara masyarakat dengan perusahaan di wilayah tersebut. Dia menyatakan bahwa hal ini perlu segera difasilitasi agar tidak menimbulkan ketegangan yang lebih lanjut. “Konflik agraria ini harus dijembatani dengan dialog antara pihak-pihak terkait agar solusi yang adil dapat ditemukan,” ujarnya.
Sementara itu, tokoh agama di wilayah tersebut juga mengajukan permintaan agar pengurus masjid dan gereja diberikan insentif. “Mereka mengharapkan adanya insentif bagi pengurus masjid dan gereja, karena mereka bekerja tanpa mendapatkan honor, padahal peran mereka sangat vital bagi masyarakat,” tambah Andhika.
Aspirasi-aspirasi tersebut, menurut Andhika, akan menjadi prioritas untuk diperjuangkan dan disampaikan kepada pemerintah daerah agar dapat segera ditindaklanjuti. “Semoga dengan adanya reses ini, semua aspirasi masyarakat dapat didengar dan segera mendapatkan solusi,” tutupnya.