Evakuasi Jenazah di Goa Sarang Burung, Polsek Tanjung Palas Hadapi Medan Ekstrem

seruyuk.id
2 Min Read

TANJUNG SELOR – Tim gabungan dari Polsek Tanjung Palas, Polresta Bulungan, dan Identifikasi Polda Kaltara berhasil mengevakuasi jenazah yang ditemukan di Goa Sarang Burung, Desa Pejalin, Kabupaten Bulungan, Selasa (7/1/2025) pagi. Evakuasi yang dipimpin Kapolsek Tanjung Palas, Ipda Miksen Daud, ini melibatkan berbagai pihak, termasuk keluarga korban dan masyarakat adat.

PS Kasi Humas Polresta Bulungan, Iptu Magdalena Lawai, S.Sos., menjelaskan bahwa medan menuju lokasi sangat sulit. “Medannya meliputi hutan rimba, jurang, tebing curam, dan dinding gua setinggi 20 meter yang harus dipanjat. Meski tantangannya besar, tim berhasil mengevakuasi jenazah ke RSUD untuk pemeriksaan medis (VER),” ungkapnya.

Jenazah diketahui bernama DR, warga Jl. Sabanar Lama, Tanjung Selor. Penemuan ini berawal dari laporan warga pada 2 Januari 2025, yang mendapati sepeda motor terparkir lama di jalan masuk kebun Desa Pejalin. Setelah penyelidikan, motor tersebut diidentifikasi milik DR. Pihak kepolisian kemudian menghubungi tokoh masyarakat suku Kalteng untuk membantu mencari korban.

Pada 6 Januari 2025, anggota masyarakat suku Kalteng menemukan jenazah di ujung goa setelah memanjat menggunakan tali. Posisi korban terlentang, dan identitasnya dikenali melalui jam tangan yang sering digunakan. Karena medan yang ekstrem, proses evakuasi baru dilakukan keesokan harinya dengan bantuan peralatan yang memadai.

Setelah evakuasi, jenazah DR diserahkan kepada keluarga besar suku Dayak Kalteng untuk dimakamkan. Pihak keluarga menolak autopsi dan telah menandatangani pernyataan resmi penolakan tersebut.

Kapolresta Bulungan, Kombes Pol Rofikoh Yunianto, S.I.K., menegaskan pentingnya kerja sama dalam proses penyelidikan ini. “Kami akan melanjutkan dengan wawancara saksi-saksi, penyusunan laporan hasil penyelidikan, dan gelar perkara untuk memastikan tidak ada unsur pidana dalam kasus ini,” ujarnya.

Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga keselamatan, terutama saat berada di wilayah terpencil dengan medan berbahaya. Proses evakuasi yang melibatkan berbagai pihak menunjukkan pentingnya sinergi antara masyarakat adat dan aparat penegak hukum dalam menyelesaikan kasus di wilayah hukum yang menantang.

Hingga saat ini, situasi di lokasi kejadian tetap aman dan kondusif, dengan seluruh prosedur evakuasi dan penyerahan jenazah berjalan lancar.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *