TANJUNG SELOR – Wilayah Tanjung Selor, Kalimantan Utara, diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 3,5 pada Jumat (10/1/2025) pukul 10.08 WITA. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa episenter gempa terletak di koordinat 2,89 Lintang Utara dan 117,42 Bujur Timur, atau sekitar 48 km tenggara Bulungan, Kalimantan Utara, dengan kedalaman 12 km.
Gempa Dangkal Akibat Aktivitas Sesar Aktif
Menurut Kepala Stasiun Geofisika Manado, Tony Agus Wijaya, S.Si., M.T., gempa ini dikategorikan sebagai gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas Sesar Aktif di kawasan tersebut. “Lokasi episenter dan kedalaman hiposenter menunjukkan bahwa gempa disebabkan oleh pergerakan lempeng di kerak bumi yang masih aktif,” jelas Tony.
Sejumlah warga di Tanjung Selor melaporkan merasakan getaran dengan intensitas II-III MMI. Getaran terasa nyata di dalam rumah, menyerupai guncangan dari truk besar yang melintas. Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan terkait kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut.
BMKG memastikan bahwa hingga pukul 10.43 WITA, belum terdeteksi adanya gempa susulan (aftershock). Kondisi ini diharapkan dapat membuat masyarakat tetap tenang dan tidak panik.
BMKG mengimbau masyarakat di Kalimantan Utara dan sekitarnya agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Warga diharapkan selalu mengikuti informasi resmi yang disampaikan oleh BMKG melalui kanal resmi seperti media sosial @infoBMKG, situs web resmi www.bmkg.go.id, atau aplikasi Info BMKG di perangkat iOS dan Android.