Kaltara Siap Jadi Pusat Produksi Minyak Goreng Nasional dan Internasional

seruyuk.id
3 Min Read

seruyuk.id – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal Arifin Paliwang, menegaskan komitmennya untuk memperkuat posisi Kaltara sebagai pusat produksi minyak goreng berkualitas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Pernyataan ini disampaikan Zainal saat membuka Seminar Akhir Penyusunan Dokumen Studi Kelayakan (Feasibility Study) Pembangunan Industri Minyak Goreng Kelapa Sawit, yang berlangsung di Gedung Rektorat Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Senin (2/12/2024).

“Potensi sektor kelapa sawit di Kaltara sangat besar. Pada 2022, luas areal tanam kelapa sawit mencapai 38.061 hektar dengan produksi sebesar 73.946,30 ton,” ujar Zainal.

Ia menjelaskan, seminar ini menjadi langkah strategis untuk mengembangkan industri pengolahan kelapa sawit di Kaltara. Melalui studi kelayakan tersebut, berbagai aspek teknis, kebijakan, hingga dampak sosial dan budaya akan dipetakan secara objektif untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik.

Kabupaten Nunukan disebut sebagai wilayah dengan lahan sawit terluas di Kaltara. Komoditas ini memberikan kontribusi signifikan terhadap ekonomi daerah dengan menyumbang Rp3,9 triliun pada PDRB 2022.

Namun, Gubernur Zainal mengakui bahwa infrastruktur saat ini, termasuk 20 pabrik pengolahan kelapa sawit yang ada, masih belum mampu menampung seluruh produksi. Oleh karena itu, pembangunan industri minyak goreng berbasis kelapa sawit menjadi langkah prioritas.

“Kita berharap pembangunan ini mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal, menciptakan lapangan kerja baru, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata,” jelasnya. Gubernur juga menargetkan kontribusi sektor kelapa sawit terhadap APBD Kaltara pada 2024 mencapai Rp56,3 miliar.

Zainal mengajak seluruh pihak, termasuk pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat, untuk bersinergi mewujudkan industri sawit yang modern, efisien, dan berkelanjutan. Seminar ini juga diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi konstruktif untuk memperkuat dokumen studi kelayakan serta memantapkan posisi Kaltara sebagai pemain utama di pasar minyak goreng nasional maupun internasional.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Sekretaris Unhas, Prof. Ir. Sumbangan Baja, M.Phill., Ph.D., Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kaltara, Ir. Heri Rudiyono, M.Si., Ketua Tim Penyusunan Dokumen, Haerani, S.TP., M.Eng.Sc., Ph.D., serta perwakilan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dan Asosiasi Pekebun Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO).

Melalui sinergi ini, Kaltara optimistis dapat menjadi pusat produksi minyak goreng berkualitas tinggi yang tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga merambah pasar internasional.

Share This Article