Kepala-DPK-Kaltara-Ilham-Zain-02-19112024jpg

BULUNGAN, seruyuk.id – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kalimantan Utara, Ilham Zain, menegaskan bahwa pendirian Literasi Center tidak hanya bertujuan meningkatkan budaya membaca, tetapi juga memicu pemikiran kritis dan kreatif yang berlandaskan budaya lokal. Ia menyampaikan bahwa literasi adalah konsep yang luas, mencakup kemampuan membaca, berpikir, mengolah informasi, hingga bertindak berdasarkan pengetahuan tersebut.

“Literasi itu luas. Jika orang sudah memiliki jiwa literasi, dalam melihat sesuatu pasti akan langsung memiliki efek karena langsung dieksekusi. Literasi tidak hanya membaca, tapi berpikir dan mengolah itu termasuk literasi,” ujar Ilham.

Ilham menyebut bahwa Literasi Center nantinya akan menjadi tempat diselenggarakannya Festival Literasi, sebuah ajang yang memadukan kegiatan budaya dan literasi.

“Literasi yang berbasis budaya membantu masyarakat memahami siapa mereka dan dari mana asal mereka. Ketika seseorang memiliki jiwa literasi, ia tidak hanya membaca, tetapi juga memaknai dan mengolah informasi untuk kemajuan dirinya dan lingkungannya,” tambah Ilham.

Ilham juga menjelaskan bahwa literasi tidak hanya tentang membaca buku, tetapi juga bagaimana seseorang menggunakan informasi untuk berpikir kritis dan kreatif. Literasi Center diharapkan dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengasah kemampuan ini, baik melalui diskusi, pelatihan, maupun kegiatan seni.

“Jika masyarakat memiliki kemampuan literasi yang baik, mereka akan lebih bijak dalam menghadapi berbagai tantangan. Literasi itu juga menciptakan manusia yang kreatif, yang mampu memanfaatkan potensi di sekitarnya untuk hal-hal yang positif,” ujarnya.

Wacana ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk komunitas literasi dan tokoh masyarakat, yang berharap Literasi Center bisa segera terwujud sebagai langkah strategis untuk membangun generasi yang literat dan berbudaya.