BULUNGAN, seruyuk.id – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bulungan, Dwi Sugiarto, memberikan tanggapannya terkait isu penggusuran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang beroperasi di tepian Sungai Kayan. Ia menekankan pentingnya pengelolaan yang baik untuk menjaga estetika kawasan tersebut.
“Jika memang sudah masuk program bahwa tempat ini tidak boleh digunakan untuk berjualan, maka pemerintah harus bisa mengatur dan mengelola bagaimana Tepian Kayan itu bisa kelihatan rapi,” ujar Dwi Sugiarto
Menurutnya, keberadaan UMKM di kawasan tepian Sungai Kayan memiliki dampak positif, terutama dalam menghidupkan suasana malam di Kota Tanjung Selor. Aktivitas UMKM, katanya, menarik masyarakat untuk berkumpul dan menikmati suasana kota, sehingga membuat Tanjung Selor lebih hidup.
“Jika UMKM dibiarkan berjualan di tepian Kayan, kota Tanjung Selor akan lebih hidup pada malam hari. Masyarakat bisa berkumpul di sana, dan ini juga mendukung ekonomi lokal,” tambahnya.
Namun, Dwi juga menyoroti bahwa saat ini adalah masa politik yang rawan munculnya isu-isu sensitif. Ia mengaku belum dapat memastikan apakah rencana penggusuran ini benar-benar sudah menjadi bagian dari program pemerintah atau sekadar isu yang berkembang.
“Saat ini lagi musim politik. Takutnya ada salah satu tim dari pasangan calon (paslon) yang ingin menjelekkan paslon lain. Jadi, saya harus mencari tahu dulu apakah isu ini benar atau tidak. Mungkin setelah Pilkada baru bisa dipastikan apakah itu memang sudah diprogramkan atau sudah ada Peraturan Daerah (Perda),” jelasnya.
Dwi Sugiarto berharap pemerintah dapat memberikan kejelasan mengenai rencana pengelolaan tepian Sungai Kayan. Ia juga mendorong agar segala kebijakan yang diambil tetap mendukung pemberdayaan UMKM sebagai penggerak ekonomi lokal.