BULUNGAN, seruyuk.id – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Utara, Ilham Zain, menyampaikan kekhawatirannya terkait kesiapan literasi masyarakat Kalimantan Utara dalam menghadapi masuknya pendatang baru di Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) di Bulungan. Menurutnya, dengan progres Proyek Strategi Nasional yang berjalan di Kalimantan Utara, khususnya di sektor industri hijau, wilayah tersebut akan menarik banyak tenaga kerja dari luar daerah, yang umumnya memiliki tingkat literasi yang cukup tinggi.
“Begitu wawancara, biasanya tidak berkembang wawasannya. Padahal waktu wawancara itu waktu yang menentukan. Itu jadi kegelisahan saya, bagaimana literasi di Kaltara bisa bagus,” ujar Ilham.
Ilham menekankan pentingnya penguatan literasi di Kalimantan Utara agar masyarakat lokal mampu bersaing dan beradaptasi dengan pendatang baru. Saat ini, Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) di Kalimantan Utara cukup baik, berada di posisi ke-6 dari 38 provinsi di Indonesia. Namun, Ilham mengingatkan bahwa jumlah penduduk Kalimantan Utara yang masih berkisar 720.000 orang dapat membuat persentase TGM menurun jika banyak pendatang masuk.
“Jika sudah ramai pendatang baru, maka jumlah penduduk ini akan bertambah dan jumlah pembaginya meningkat, sehingga TGM bisa ikut turun,” jelasnya.
Untuk mengatasi tantangan ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalimantan Utara terus berupaya memperluas akses literasi melalui berbagai program, termasuk perpustakaan berbasis inklusi sosial dan literasi digital.
Diharapkan, penguatan literasi ini akan menjadikan masyarakat lokal lebih siap menyambut perubahan dan berkembang bersama dengan para pendatang baru yang datang seiring dengan pembangunan kawasan industri hijau.
Penulis : Andiw
Editor : didin