TANJUNG SELOR – Polda Kalimantan Utara menyelenggarakan Konferensi Pers Akhir Tahun 2024 di Ruang Rapat Utama (Rupatama). Acara ini dipimpin langsung oleh Kapolda Kaltara, Irjen Pol Hary Sudwijanto, S.I.K., M.Si., didampingi Wakapolda, Irwasda, Kabid Humas, Karoops, Dir Intelkam, dan Kabid Propam. Turut hadir sejumlah awak media dari berbagai platform, baik cetak maupun online.
Kapolda membuka acara dengan mengucapkan Selamat Natal kepada umat Kristiani yang merayakan, sembari mengajak masyarakat menyambut tahun baru 2025 dengan optimisme dan semangat baru demi kemajuan bersama.
“Konferensi pers ini kami gelar untuk menyampaikan capaian Polda Kalimantan Utara sepanjang tahun 2024. Ini juga menjadi wujud transparansi kami dalam pelaksanaan tugas serta pencapaian target organisasi,” ujar Kapolda.
Refleksi Capaian Polda Kaltara Tahun 2024 Penurunan Tingkat Kriminalitas Tingkat kriminalitas di wilayah hukum Polda Kaltara mengalami penurunan sebesar 6,8%. Angka kejahatan turun dari 53,4% pada 2023 menjadi 46,6% pada 2024. Namun, beberapa kasus menonjol seperti pencurian dengan pemberatan (126 kasus) dan pencurian dengan kekerasan (9 kasus) menunjukkan kenaikan, yang menjadi prioritas penanganan lebih lanjut.
Sepanjang 2024, Polda berhasil mengungkap 251 kasus narkoba. Barang bukti yang disita meliputi 295,4 kg sabu, 2.034 butir ekstasi, dan sejumlah narkoba lainnya. Polda juga menerapkan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) untuk memutus jaringan ekonomi pelaku. Sebanyak 77 personel menerima penghargaan atas dedikasi mereka, sementara 140 pelanggaran disiplin dan kode etik ditangani.
Pembinaan internal menjadi prioritas agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga. Sepanjang 2024, 10 operasi kepolisian sukses dilaksanakan, termasuk Operasi Mantap Brata Kayan (pengamanan Pemilu) dan Operasi Mantap Praja Kayan (Pilkada). Mendukung ketahanan pangan, Polda memanfaatkan 34 hektar lahan untuk pertanian dan 2.000 m² untuk budidaya ikan lele. Program ini menjadi inspirasi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Lima kasus tindak pidana korupsi dengan kerugian negara Rp13,1 miliar berhasil diungkap. Selain itu, dua kasus besar TPPO melibatkan 91 tersangka dengan 419 korban. Jumlah kecelakaan lalu lintas menurun dari 290 kasus pada 2023 menjadi 266 kasus pada 2024, meski angka korban meninggal dunia masih tinggi (50 orang).
Kapolda menekankan pentingnya sinergi antara Polri, TNI, dan masyarakat untuk menjaga stabilitas keamanan. Ia juga mengimbau masyarakat agar bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah terprovokasi informasi palsu.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang kondusif. Dengan kerja sama dan dukungan semua pihak, kita dapat menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis di Kalimantan Utara,” tutup Kapolda.