TANJUNG SELOR, seruyuk.id – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kalimantan Utara tengah mempersiapkan kegiatan Sosialisasi Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) yang rencananya akan dilaksanakan pada 25 November mendatang. Kegiatan ini akan diikuti oleh perwakilan dari 30 perpustakaan di seluruh wilayah Kalimantan Utara.
Kepala DPK Kalimantan Utara, Suwarsono, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan pengelola perpustakaan dalam menjalankan program inklusi sosial, yang menjadikan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan keterampilan.
“Transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial adalah upaya untuk menjadikan perpustakaan lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui sosialisasi ini, kami ingin memastikan bahwa perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang untuk belajar, berinovasi, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” jelas Suwarsono.
Kegiatan ini akan melibatkan narasumber yang berpengalaman dalam pengelolaan perpustakaan inklusif. Peserta akan diberikan pemahaman tentang konsep TPBIS, strategi pelaksanaannya, hingga studi kasus dari perpustakaan yang telah berhasil menerapkan program inklusi sosial.
Salah satu agenda utama dalam sosialisasi ini adalah membahas cara perpustakaan dapat berkontribusi pada peningkatan keterampilan masyarakat, seperti pelatihan digital, kewirausahaan, dan program pemberdayaan berbasis komunitas.