Kepala-DPK-Kaltara-Ilham-Zain-02-19112024jpg

BULUNGAN, seruyuk.id – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Utara, Ilham Zain, menyampaikan pandangannya mengenai alokasi anggaran untuk pengembangan perpustakaan di Indonesia. Menurutnya, di tengah upaya pemerintah mengalokasikan 20 persen anggaran APBN untuk pendidikan dan 10 persen untuk kesehatan, perpustakaan juga perlu mendapatkan perhatian khusus sebagai bagian integral dari pembangunan sumber daya manusia.

“Jika pendidikan mendapat alokasi 20 persen dan kesehatan 10 persen dari APBN, maka perpustakaan juga harus diperhatikan. Perpustakaan perlu diberi porsi prioritas sehingga mampu mencetak generasi yang pintar dan cerdas,” ujarnya

Ilham menegaskan bahwa perpustakaan bukan sekadar tempat penyimpanan buku, melainkan pusat belajar yang strategis untuk meningkatkan literasi masyarakat. Menurutnya, dengan penguatan infrastruktur perpustakaan, pengadaan koleksi buku yang berkualitas, serta pengembangan layanan digital, perpustakaan dapat berperan lebih besar dalam mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mengembangkan perpustakaan, termasuk dengan melibatkan pihak swasta dan masyarakat. “Perpustakaan adalah milik semua, sehingga dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan untuk menciptakan generasi yang unggul, melek teknologi, dan memiliki wawasan luas,” tambahnya.

Ilham berharap, ke depan, pemerintah dapat memberikan perhatian lebih besar terhadap perpustakaan, baik melalui alokasi anggaran yang memadai maupun kebijakan yang mendukung pengembangan literasi di tingkat nasional maupun daerah. “Kemajuan suatu bangsa tidak hanya dilihat dari ekonomi atau infrastruktur, tetapi juga dari tingkat literasi masyarakatnya,” pungkasnya.

Dengan pernyataan ini, Ilham Zain menunjukkan komitmennya dalam memajukan peran perpustakaan sebagai pilar utama pembangunan pendidikan dan literasi di Kalimantan Utara, serta Indonesia secara keseluruhan.